Langsung ke konten utama

Antri???

kaget dengan gambarnya? pasti nggak lah ya, tapi ternyata waktu diketik di google kata "mengantri", salah satu gambar yang keluar ya ini... hewan aja antri, manusia gimana?????



Akhir bulan september lalu, saya ngalamin pengalaman kurang menyenangkan kalo nggak sopan dibilang nggak enak. Waktu itu ngantri buat absen via jari alias fingerprint -yang ditunyuk tunyuk itu lah-. Kebetulan di sekolah kan ada 3 biji tuh alat fingerprint, nah saya kebetulan lagi mau absen di ruang loby karena gak liat ada antrian. Soalnya kalo di loby ada siswa siswi yang ngantri, dari luar loby tuh keliatan -mudeng lah ya-.

Ternyata ada seorang cowok kecil -padahal saya lebih pendek- yang lagi absen, nah saya langsung noh berdiri di belakangnya. Eh ternyata di belakang saya udah ada beberapa orang yang ngantri juga. Nah, tiba-tiba -kalo di tempat saya namanya ujug-ujug- ada cewek kecil -yang ini bener gedean saya- yang berdiri di dekat pintu masuk, yah di samping saya lah. Saya sih sante aja karena mengira dia nungguin si cowok, soalnya kayaknya mereka seangkatan. Dan ternyata eh ternyata, cewek itu nyerobot antrian alias mendahului saya. Uugh, rasanya mangkel, nesu, sebel. Saya sih nggak masalah kalo dia buru-buru pengin masuk kelas atau belajar dengan tenang karena emang ada UTS. Lha wong setelah dia absen aja dia jalannya peeeellllaaaaaaaan deh, masa iya sih buru-buru? Saya jadi mikirin si cewek kecil itu saat itu juga, apa iya dia terbiasa seperti itu? Kalo iya, kasian banget hidupnya. Dicap jelek ato nggak tau etika sama orang-orang yang diserobot -saya hampir ikutan-. Untungnya saya sempat liat wajahnya dan saya kemudian yakin dia itu tipe nyelelek. Jadi kalo saya peringatkan saat itu juga, wah malah saya yang dibuat malu karena dia pasti mengacuhkan saya.
==================

Sederhana banget masalahnya, kan?
Mari posisikan diri sebagai tokoh "saya", rasanya bagaimana? Pasti tau kan? Pernah ngalamin? Selanjutnya, mari posisikan diri sebagai "si cewek kecil", bagaimana rasany? Pasti gak tau kan? Belum pernah? Hahaha.

Menurut saya pribadi, kalo masalah begini sih punya sisi positif buat kita karena pada dasarnya semua masalah punya sisi positif buat para mereka yang pinter ngatasin. Sisi positifnya jelas, saya merasakan bahwa "diserobot itu GAK ENAK BANGET!" . Kemudian saya buru-buru berdoa semoga pas saya ngantri di lain kali, saya gak ikutan pengin nyerobot antrian atau malah nyerobot beneran, bukan cuma pengin.

Nah, yang saya heran itu kenapa dia udah segede gitu -udah pasti dia udah SMA kan?- masih aja secara nggak langsung minta didahulukan? Lha besok kalo udah gede -jadi orang berkedudukan- apa dia mau selalu minta didahulukan? -pengandaian yang berlebihan-. Seandainya pun dalam keluarganya ia belum pernah merasakan langsung "nikmatnya mengantri", apa di sekolah dia lupa kalo udah belajar ngantri? Nah lho, yang dicari-cari malah keluarga sama sekolahan? Yah, memang diri kita membawa nama lingkungan kita, kan? Jadi?


Catatan Akhir September

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

#Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat adalah salah satu cerpen dalam kumpulan cerpen Adam Ma'rifat karya Danarto yang terbit tahun 1982. Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

menunggu

itulah seni menunggu. aku tak pernah tau apakah dia takkan pernah datang, atau hanya terlambat. yang aku takut, justru tepat saat aku lelah dan menyerah, tak lagi ingin menunggu, dan mulai berjalan pergi, saat itu dia datang di belakangku, tanpa mengenali punggungku. dan ia akan menunggu, sedang aku tiada pernah melangkah kembali.

catatan terakhir untukmu, tulip kuning :)

mawar putih untukku masih tak kuketahui kapan datangnya. sedang tulip kuningku yang terakhir, sudah kusematkan bersama kerelaan melepasmu. mengikhlaskanmu. atas semua yang berlalu. menghapus siluetmu. atas harapan yang menjelang. mengukir senyumku. atas manisnya semua ini, hari ini.