Langsung ke konten utama

hati-hati dengan hati


"secantik-cantiknya hati, adalah hati yang di luarnya ia baik, yang di dalam ia lebih baik lagi,"
"aku tidak mengerti maksudmu,"
"yang pasti bukan ia yang berpura-pura baik, tetapi dalam hatinya penuh benci. bukan ia yang menuntut kesempurnaan, padahal tak sedikitpun kebaikan dalam diri. itu mungkin baru 'raga'nya yang baik, tetapi hatinya tidak."

"tapi mengapa? mengapa hanya masalah kecil, yang kau sebut dengan hati itu, kau pikirkan sedemikian dalam? bukankah ia hanya gumpalan daging?"
"ya, hati memang hanya segumpal daging. tetapi bukankah apabila ia buruk, maka buruklah semuanya? dan apabila ia baik, maka baiklah semuanya? jadi, tidakkah hati itu istimewa?"


hati palsu adalah nampak di luar, tercerap dalam tipu daya, tenggelam bersama angan kosong.
ia mau terima paksa, pinta, dan ingin untuk berpura, demi terlihat istimewa raga pemiliknya.

sebenar-benar hati adalah  di dalam, tercerap dalam kebaikan dan keluarbiasaan, menari bersama kebahagiaan.
ia hanya kenal kebaikan, senyum dan gelak tawa, iring pemiliknya ke arah kebaikan sudahlah biasa.


diri bisa saja berselimut awan,
terlihat bersih, menarik, nyaman, dan tak dihinggapi barang satu keburukan..

namun, hati bisa saja berisi kabut,
berdebu, kotor, gelap, dan partikel-partikel kecil itu, tak lain adalah keburukan-keburukan..

astaghfirullahal 'adzim..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

#Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat adalah salah satu cerpen dalam kumpulan cerpen Adam Ma'rifat karya Danarto yang terbit tahun 1982. Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

menunggu

itulah seni menunggu. aku tak pernah tau apakah dia takkan pernah datang, atau hanya terlambat. yang aku takut, justru tepat saat aku lelah dan menyerah, tak lagi ingin menunggu, dan mulai berjalan pergi, saat itu dia datang di belakangku, tanpa mengenali punggungku. dan ia akan menunggu, sedang aku tiada pernah melangkah kembali.

catatan terakhir untukmu, tulip kuning :)

mawar putih untukku masih tak kuketahui kapan datangnya. sedang tulip kuningku yang terakhir, sudah kusematkan bersama kerelaan melepasmu. mengikhlaskanmu. atas semua yang berlalu. menghapus siluetmu. atas harapan yang menjelang. mengukir senyumku. atas manisnya semua ini, hari ini.