Langsung ke konten utama

(un)stable decision

tiga belas fajar menjadi semangat, tiga belas senja menjadi pengingat, menyenangkan, menghitung mundur setiap pergantian malam menjadi siang, siang menjadi malam. buru-buru simpulkan 'betapa senang menanti seperti ini, (mungkin) ini yang diucap kepastian..' 


sayang, mungkin kepastian dalam hidup hanyalah ketidakpastian, dan tentu saja, takdir. sepersekian detik menanti sebuah ketidakpastian, maka menyesalnya minta ampun, nyesek berkepanjangan. tetapi meski habiskan puluhan purnama, asal menanti kepastian -yang telah terukir menjadi takdir-, tetap saja menyenangkan, menyesal sepersekian detikpun tidak, apalagi nyesek :) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

#Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat adalah salah satu cerpen dalam kumpulan cerpen Adam Ma'rifat karya Danarto yang terbit tahun 1982. Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

menunggu

itulah seni menunggu. aku tak pernah tau apakah dia takkan pernah datang, atau hanya terlambat. yang aku takut, justru tepat saat aku lelah dan menyerah, tak lagi ingin menunggu, dan mulai berjalan pergi, saat itu dia datang di belakangku, tanpa mengenali punggungku. dan ia akan menunggu, sedang aku tiada pernah melangkah kembali.

catatan terakhir untukmu, tulip kuning :)

mawar putih untukku masih tak kuketahui kapan datangnya. sedang tulip kuningku yang terakhir, sudah kusematkan bersama kerelaan melepasmu. mengikhlaskanmu. atas semua yang berlalu. menghapus siluetmu. atas harapan yang menjelang. mengukir senyumku. atas manisnya semua ini, hari ini.