tiga belas fajar menjadi semangat, tiga belas senja menjadi pengingat, menyenangkan, menghitung mundur setiap pergantian malam menjadi siang, siang menjadi malam. buru-buru simpulkan 'betapa senang menanti seperti ini, (mungkin) ini yang diucap kepastian..'
sayang, mungkin kepastian dalam hidup hanyalah ketidakpastian, dan tentu saja, takdir. sepersekian detik menanti sebuah ketidakpastian, maka menyesalnya minta ampun, nyesek berkepanjangan. tetapi meski habiskan puluhan purnama, asal menanti kepastian -yang telah terukir menjadi takdir-, tetap saja menyenangkan, menyesal sepersekian detikpun tidak, apalagi nyesek :)
sayang, mungkin kepastian dalam hidup hanyalah ketidakpastian, dan tentu saja, takdir. sepersekian detik menanti sebuah ketidakpastian, maka menyesalnya minta ampun, nyesek berkepanjangan. tetapi meski habiskan puluhan purnama, asal menanti kepastian -yang telah terukir menjadi takdir-, tetap saja menyenangkan, menyesal sepersekian detikpun tidak, apalagi nyesek :)
Komentar
Posting Komentar