Langsung ke konten utama

Catatan tentang Follow Up STAN Moslem In A Circle 2013

Setelah melewati masa berjalan-jalan full manfaat berjudul SMILE (STAN Moslem In A Circle) di Taman Mini Indonesia Indah, 7 Oktober 2013, dua minggu kemudian MBM (Masjid Baitul Maal, organisasi induk mahasiswa muslim STAN) menggelar kelanjutannya. Apaan? Ngobrol-ngobrol sama trainer Kemenkeu, Pak Sampurna Budi Utama tentang How to Get a Cumlaude IP. So, this post is bout some nice quotes from him, but is totally free bout talking IP, sorry ^^

Let us see...



beda-kata.blogspot.com

Banyak yang ingin, tapi sedikit yang mau mengusahakan.
Sedangkan sekedar punya keinginan itu tidak cukup,perlu, tapi jangan jadikan satu-satunya.

lantas,
Tanyakan pada diri sendiri :
"Apa yang benar-benar saya inginkan?"






lalu, kalo udah tau apa yang bener-bener diinginkan?
you've to get it.
dengan segala cara.
*segala cara? --> iya, segala cara yang baik*
*segala cara? nggak ah, apa kata orang? ambisius? --> whatever, just do it!*



pulsk.com

cz whatever you do, whatever you say, people will always have something to say.
-mau berbuat baik, dibilang baik yo wajar. kalo dibilang ada "misi" terselubung, ya wajar aja. orang-orang akan selalu berkomentar kok atas yang kita kerjakan-






terus, kalo udah tau apa yang bener-bener diinginkan?
diusahakan dengan segala cara, cukupkah?
big NO!
semua keinginan, catat, jadikan visi kehidupan yang wajib dicapai.
setidaknya, ketika segala cara sudah ditempuh dan belum berhasil, masih ada dokumentasi atas visi-visi yang harus diraih di masa datang.

renunganharianmyutmostforhishighest.wordpress.com

Setiap manusia perlu punya visi kehidupan. Jangan lupa tulis tentang visi akhirat. Di mana? Letakkan sebagai visi paling tinggi, karena dialah yang paling dekat dan satu-satunya yang abadi.



20 Oktober 2013
Pelataran Gedung Student Center Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

#Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat adalah salah satu cerpen dalam kumpulan cerpen Adam Ma'rifat karya Danarto yang terbit tahun 1982. Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

menunggu

itulah seni menunggu. aku tak pernah tau apakah dia takkan pernah datang, atau hanya terlambat. yang aku takut, justru tepat saat aku lelah dan menyerah, tak lagi ingin menunggu, dan mulai berjalan pergi, saat itu dia datang di belakangku, tanpa mengenali punggungku. dan ia akan menunggu, sedang aku tiada pernah melangkah kembali.

catatan terakhir untukmu, tulip kuning :)

mawar putih untukku masih tak kuketahui kapan datangnya. sedang tulip kuningku yang terakhir, sudah kusematkan bersama kerelaan melepasmu. mengikhlaskanmu. atas semua yang berlalu. menghapus siluetmu. atas harapan yang menjelang. mengukir senyumku. atas manisnya semua ini, hari ini.