
duduk bersisian,
menaiki kereta yang sama, dari tempat yang sama, menuju arah yang sama.
menghabiskan waktu sepanjang perjalanan, bersamamu.
hingga aku terbiasa denganmu, dengan keberadaanmu.
terlelap sekejap di sampingmu.
ketika terjaga, kujumpai kau tiada di sisi,
juga siluet tubuhmu,
atau jejak kakimu.
rupanya, kita tiada menuju stasiun yang sama.
aku, mungkin merindukanmu.
lantas apa?
tiada.
selain berharap,
takdir mempertemukanku denganmu, di perjalanan berikutnya,
mengulang cerita,
dan lantas berhenti di stasiun yang sama.
jika tidak, lantas apa?
tiada.
karna mungkin, untukku tiada lagi tiket tersisa.
atau bagiku tiada lagi ingin bersua.
Komentar
Posting Komentar