"kita terkurung di sini. itu benar.
aku meninggalkan apa yang sudah kupunyai,
dia melupakan keinginannya,
dan kau mengabaikan mimpimu.
semua itu benar."
"tidak, sesungguhnya itu tidak benar.
dalam hatimu, kau tidak pernah meninggalkan apa yang sudah kau punyai.
dia hanya berpura-pura melupakan keinginannya.
dan aku, aku pun tak sungguh-sungguh mengabaikan mimpiku.
kita hanya tidak ingin kejadian ini berulang.
maka, semoga kita sungguhlah menutup skenario ini.
sungguh, itulah yang benar."
tiga katak?
ya, dua beradu debat. mengutuk sekaligus mensyukuri takdir.
satu tertidur. bermimpi terbang ke pulau seberang.
katak yang tertidur itu,
dia hanya lupa,
keluar dari tempurung pun, mereka tak mampu.
aku meninggalkan apa yang sudah kupunyai,
dia melupakan keinginannya,
dan kau mengabaikan mimpimu.
semua itu benar."
"tidak, sesungguhnya itu tidak benar.
dalam hatimu, kau tidak pernah meninggalkan apa yang sudah kau punyai.
dia hanya berpura-pura melupakan keinginannya.
dan aku, aku pun tak sungguh-sungguh mengabaikan mimpiku.
kita hanya tidak ingin kejadian ini berulang.
maka, semoga kita sungguhlah menutup skenario ini.
sungguh, itulah yang benar."
tiga katak?
ya, dua beradu debat. mengutuk sekaligus mensyukuri takdir.
satu tertidur. bermimpi terbang ke pulau seberang.
katak yang tertidur itu,
dia hanya lupa,
keluar dari tempurung pun, mereka tak mampu.
Komentar
Posting Komentar