Langsung ke konten utama

kembali

selalu ada alasan untuk pergi,
seperti setiap alasan untuk tetap tinggal.

selalu ada alasan untuk kembali,
sebagaimana alasan untuk selamanya menghilang.

dan selalu ada alasan,
saat memutuskan untuk mengingat setiap potongan kisah,
atau justru melupakan segalanya.





kembali, setelah istirahat panjang 165 hari ini.

kembali, dengan alasanku untuk tetap tinggal, bukan melangkah pergi.
kembali dan menunggu, bukan selamanya menghilang dalam sunyi.

dan bersamaku,
selalu ada alasan untuk kembali,
namun akan melupakan segalanya tanpa kecuali.

kembali, dengan diriku yang baru, tanpa "mu" dan "kita"...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

#Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat adalah salah satu cerpen dalam kumpulan cerpen Adam Ma'rifat karya Danarto yang terbit tahun 1982. Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

menunggu

itulah seni menunggu. aku tak pernah tau apakah dia takkan pernah datang, atau hanya terlambat. yang aku takut, justru tepat saat aku lelah dan menyerah, tak lagi ingin menunggu, dan mulai berjalan pergi, saat itu dia datang di belakangku, tanpa mengenali punggungku. dan ia akan menunggu, sedang aku tiada pernah melangkah kembali.

catatan terakhir untukmu, tulip kuning :)

mawar putih untukku masih tak kuketahui kapan datangnya. sedang tulip kuningku yang terakhir, sudah kusematkan bersama kerelaan melepasmu. mengikhlaskanmu. atas semua yang berlalu. menghapus siluetmu. atas harapan yang menjelang. mengukir senyumku. atas manisnya semua ini, hari ini.