Langsung ke konten utama

pulang

ketika kamu mencari masa yang tepat untuk memperbaiki diri, dan entah akan memulai dengan apa.

lantas Allah jadikan rasa sakit pada dirimu,
agar kamu tak kuasa berbicara banyak, mencela terlampau jauh, atau bahkan bermimpi terlalu tinggi.

saat itulah kamu menyadari, bisa jadi sesaat lagi akan mati.

maka tak mau lagi memikirkan keburukan orang lain.
bahkan tak sempat juga tentang kebaikanmu sendiri.

saatnya kembali.
menjadi dirimu yang seharusnya, bukan yang biasanya.

semuanya terasa mudah, karena Allah yang menunjukkan jalan.
semuanya menjadi ringan, karena Allah yang menguatkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

#Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat adalah salah satu cerpen dalam kumpulan cerpen Adam Ma'rifat karya Danarto yang terbit tahun 1982. Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

menunggu

itulah seni menunggu. aku tak pernah tau apakah dia takkan pernah datang, atau hanya terlambat. yang aku takut, justru tepat saat aku lelah dan menyerah, tak lagi ingin menunggu, dan mulai berjalan pergi, saat itu dia datang di belakangku, tanpa mengenali punggungku. dan ia akan menunggu, sedang aku tiada pernah melangkah kembali.

catatan terakhir untukmu, tulip kuning :)

mawar putih untukku masih tak kuketahui kapan datangnya. sedang tulip kuningku yang terakhir, sudah kusematkan bersama kerelaan melepasmu. mengikhlaskanmu. atas semua yang berlalu. menghapus siluetmu. atas harapan yang menjelang. mengukir senyumku. atas manisnya semua ini, hari ini.