Kangen sekali.
Tapi menunjukkannya pada dunia pun, tidak akan membawamu kembali.
Bisakah kita datangi lagi hari di saat kita berbincang bersama sambil merebah di lantai? Di hari saat makan siang sederhana pun terasa sangat enak. Di siang yang mataharinya teramat terik di luar sana. Di waktu kita bersantai menikmati lagu mandarin yang diputar melalui radio.
Hari-hari setelah kepergianmu, tak terasa sama lagi dengan hari sebelumnya.
Bisakah dalam mimpiku, sesekali aku merasakan hari-hari seperti saat kita masih bersama? Entah aku yang memasak untukmu sesuai inginmu, atau engkau yang memasak untukku sesuka hatimu. Itu kelemahanku kan, untuk selalu memakan semua masakanmu.
Bisakah dalam mimpiku, sesekali kita kembali ke pantai yang terakhir kali kita kunjungi? Atau berkeliling ke pasar, swalayan, atau toko pakaian? Atau ke tempatmu bekerja? Atau melihat-lihat orang-orang berlalu lalang di alun-alun?
Bisakah dalam mimpiku, sekali saja, aku kembali dipeluk olehmu?
Bisakah dalam mimpiku, aku dihibur olehmu karena kehilangan dirimu?
Bisakah dalam mimpiku, aku merasakan semua itu?
Aku rindu sekali, Bu.
Komentar
Posting Komentar