Langsung ke konten utama

Mimpi

 Kangen sekali.

Tapi menunjukkannya pada dunia pun, tidak akan membawamu kembali.

Bisakah kita datangi lagi hari di saat kita berbincang bersama sambil merebah di lantai? Di hari saat makan siang sederhana pun terasa sangat enak. Di siang yang mataharinya teramat terik di luar sana. Di waktu kita bersantai menikmati lagu mandarin yang diputar melalui radio.

Hari-hari setelah kepergianmu, tak terasa sama lagi dengan hari sebelumnya.

Bisakah dalam mimpiku, sesekali aku merasakan hari-hari seperti saat kita masih bersama? Entah aku yang memasak untukmu sesuai inginmu, atau engkau yang memasak untukku sesuka hatimu. Itu kelemahanku kan, untuk selalu memakan semua masakanmu. 

Bisakah dalam mimpiku, sesekali kita kembali ke pantai yang terakhir kali kita kunjungi? Atau berkeliling ke pasar, swalayan, atau toko pakaian? Atau ke tempatmu bekerja? Atau melihat-lihat orang-orang berlalu lalang di alun-alun?

Bisakah dalam mimpiku, sekali saja, aku kembali dipeluk olehmu? 

Bisakah dalam mimpiku, aku dihibur olehmu karena kehilangan dirimu?

Bisakah dalam mimpiku, aku merasakan semua itu?

Aku rindu sekali, Bu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

#Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat adalah salah satu cerpen dalam kumpulan cerpen Adam Ma'rifat karya Danarto yang terbit tahun 1982. Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

menunggu

itulah seni menunggu. aku tak pernah tau apakah dia takkan pernah datang, atau hanya terlambat. yang aku takut, justru tepat saat aku lelah dan menyerah, tak lagi ingin menunggu, dan mulai berjalan pergi, saat itu dia datang di belakangku, tanpa mengenali punggungku. dan ia akan menunggu, sedang aku tiada pernah melangkah kembali.

catatan terakhir untukmu, tulip kuning :)

mawar putih untukku masih tak kuketahui kapan datangnya. sedang tulip kuningku yang terakhir, sudah kusematkan bersama kerelaan melepasmu. mengikhlaskanmu. atas semua yang berlalu. menghapus siluetmu. atas harapan yang menjelang. mengukir senyumku. atas manisnya semua ini, hari ini.