Ternyata sampai juga aku di usia ini, usia sempurna yang kupikirkan sejak masih remaja.
Kukira aku sudah akan kuliah S2, ternyata baru awal tahun ini wisuda sarjana.
Kukira aku akan promosi sejak lama, ternyata baru-baru saja.
Kukira aku sudah pergi jauh ke mana-mana, ternyata masih takut bahkan untuk ke luar kota.
Kukira ini dan itu, tetapi ternyata kenyataannya tidak begitu.
Di usia ini, semakin banyak pemakluman yang kulakukan. Semoga ia adalah bukti dari semakin banyaknya teman, pemikiran, serta perjalanan yang kulalui.
Di usia ini, semakin sedikit harap yang menjadi angan-angan. Semoga ia adalah tanda dari semakin ikhlasnya aku terhadap takdir yang kuhadapi.
Di usia ini, aku tidak lagi berusaha berlomba-lomba dengan teman seusiaku. Sebagaimana kehidupan tidak memberi kami usia yang sama, pencapaian kami pun tak akan bisa persis setara.
Pada akhirnya, di usia ini, aku selalu berdoa: semoga di usia mendatang, aku semakin baik kepada diriku sendiri, semakin lebih baik dari aku yang kini, serta selalu bersyukur atas apapun yang terjadi.
Komentar
Posting Komentar