Langsung ke konten utama

Refleksi

Setelah melalui hari-hari yang panjang dan melelahkan, pada akhirnya, yang kamu punya adalah dirimu sendiri. Jangan terlalu keras dengan dirimu, karena toh orang lain sudah melakukannya padamu.

Jika tidak bisa berlemah lembut dengan dirimu, jangan semakin berkeras hati, baik kepada dirimu maupun kepada orang lain.

Jika tidak bisa tersenyum dengan bayanganmu, jangan berikan tatapan tajam atau wajah muram.

Karena yang kamu punya adalah dirimu sendiri, jangan lagi kamu menyakiti, apalagi pada dirimu sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

#Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat adalah salah satu cerpen dalam kumpulan cerpen Adam Ma'rifat karya Danarto yang terbit tahun 1982. Mereka toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat - Danarto

menunggu

itulah seni menunggu. aku tak pernah tau apakah dia takkan pernah datang, atau hanya terlambat. yang aku takut, justru tepat saat aku lelah dan menyerah, tak lagi ingin menunggu, dan mulai berjalan pergi, saat itu dia datang di belakangku, tanpa mengenali punggungku. dan ia akan menunggu, sedang aku tiada pernah melangkah kembali.

catatan terakhir untukmu, tulip kuning :)

mawar putih untukku masih tak kuketahui kapan datangnya. sedang tulip kuningku yang terakhir, sudah kusematkan bersama kerelaan melepasmu. mengikhlaskanmu. atas semua yang berlalu. menghapus siluetmu. atas harapan yang menjelang. mengukir senyumku. atas manisnya semua ini, hari ini.